Monthly Archives: March 2010

Daftar Penyetaraan (Mu’adalah) Ijazah Pesantren dan Madrasah

Banyumas PesantrenDaftar Penyetaraan (Mu’adalah) Ijazah Pesantren dan Madrasah

Daftar Ijazah (MA/SMA dan MTs/SMP) serta Pondok Pesantren se-Indonesia yang setara (mu’adalah) dengan SMA dan SMP Al-Azhar Mesir sebagai berikut:
1. Madrasah Aliyah Negeri/MAN Seluruh Indonesia, disamakan dengan SMA Al-Azhar:
2. Madrasah Tsanawiyah Negeri/MTsN Seluruh Indonesia disamakan dengan SMP Al-Azhar;

Jawa Timur:
1. Madrasah “Miftahul Ulum” (مفتاح العلوم), Palisingkar, Pamekasan, Madura (Ijazah MA disamakan dengan SMA-Al Azhar);
2. Madrasah Muallimin dan Muallimat, Pondok Pesantren “Bahrul Ulum” (بحر العلوم), Tambak Beras Jombang Jatim (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
3. Pendidikan Agama “Sunan Ampel” (سونان أمفيل), Jombang Jatim (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
4. Kulliyatul Muallimin Al Islamiyah, Pondok Modern Darussalam, Gontor Ponorogo Jatim (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
5. Madrasah Islam Darul Ulum (مدرسة دار العلوم الإسلامية), Banyuanyar, Pamekasan, Madura (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
6. Tarbiyatul Muallimin Al Islamiyah, Pondok Pesantren Al Amin, Prenduan Sumenep Madura (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
7. Madrasah “Amanatul Ummah” (مدرسة أمانة الأمة), Sulan Karto, Surabaya Jatim (Ijazah MTS disamakan dengan SMP Al-Azhar);
8. Kulliyatul Mu`allimin Al Islamiyah (معهد القرآن الكريم), (Ijazah MA dan MTS disamakan dengan SMA dan SMP Al-Azhar);
9. Madrasah Tsanawiyah Islamiyah, Denanyar Jombang Jatim (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
10. Madrasah “Miftahul Ulum” (مدرسة مفتاح العلوم), Lumajang Jatim (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
11. Madrasah Manba`ul Ulum Bata-bata (مدرسة منبع العلوم باتا باتا الإسلامية), Pamekasan Madura (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
12. Kulliyatul Muallimin al Islamiyah, Pondok Modern Al Iman Jawa Timur (Ijazah MTs & MA disamakan dengan SMP & SMA Al-Azhar);
13. Madrasah Tsanawiyah Diniyah, Pondok Pesantren “Ass Saidiyah ” (السعيدية), Tambak Beras Jombang Jawa Timur. (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
14. Pondok Pesantren Sidogiri. (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar).

Jawa Tengah:
1. Yayasan “Raudhatul Ulum al Islamiyah (مؤسسة روضة العلوم الإسلامية), Guyangan Trangkil Pati Jawa Tengah (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar)
2. Madrasah Islamiyah “Mathaliul Falah” (مطالع الفلاح), Kajen Margoyoso Pati Jawa Tengah (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
3. Pondok Pesantren Al Anwar Ad Diny (معهد الأنوار الديني), Karangmanggu, Sarang, Rembang Jateng (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar)
4. Pondok Pesantren “Al Muayyad” (معهد المؤيد الإسلامي), Mangkuyudan, Surakarta, Jateng (Ijazah MTs & MA disamakan dengan SMA Al-Azhar)
5. Pondok Pesantren “Takmirull Islam “(تعمير الإسلام), Tegal Sari, Laweyan, Surakarta. (Ijazah MTs & MA disamakan dengan SMP & SMA Al-Azhar).
6. Pondok Modern Islam ” (المعهد العصري الإسلامي), Surakarta Indonesia (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
7. Pondok Pesantren “Nurul Fikri” (نور الفكر ), Jakarta. (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar).

Jawa Barat:
1. Pondok “Persatuan Islam/Persis” (معهد الاتحاد الإسلامي), Bandung Jawa Barat (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
2. Pondok Attaqwa (معهد التقوى), Bekasi Jawa Barat (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
3. Madrasatul Muallimin Al Islamiyah “Darul Qalam” (مدرسة المعلمين الإسلامية بمعهد التربية الإسلامي دار القلم ), Gintung Banten (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
4. Tarbiyatul Muallimin wal Muallimat, Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
5. SMA PB Sudirman, Cijantung Jakarta Timur (Ijazah SMA disamakan dengan SMA Al-Azhar);

Luar Jawa:
1. Pondok Pesantren “Raudhah Hasanah” (الروضة الحسنة), Medan (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
2. Pondok Pesantren Islam ‘Al Falah” (معهد الفلاح الإسلامي), Lindasan Uling Banjar Baru Kalimantan Selatan (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
3. Madrasah Raudhatul Ulum al Islamiyah (مدرسة روضة العلوم الإسلامية), Sakatiga, Palembang, Indonesia (Ijazah MTS disamakan dengan SMP Al-Azhar);
4. Madrasah “Nahdhatul Ulum al Islami (مدرسة نهضة العلوم الإسلامي) Sakatiga Indralaya Palembang (Ijazah MTs & MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
5. Pondok Modern “Al Ikhlas معهد الإخلاص للتربية الإسلامية الحديثة ” Ciawilor Kuningan Jabar (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar).
6. KMI Pondok Modern Al Kautsar Al Gontory, Aik Nyambuk, Aik Mil, Lombok Timur NTB. (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
7. Pondok Pesantren “Al-Ulum Diniyah Islamiyah ” (معهد العلوم الإسلامية), Mesjid Raya Samalanga Kab. Bireuen Aceh. (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar).
8. Ma’had “Nurul Ulum” Yayasan Nurul Hilal, Peureulak Aceh Timur (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar);
9. Yayasan “Al-Khairat”, Palu Sulawesi Tengah (Ijazah MA disamakan dengan SMA Al-Azhar).

*) Sumber: Kantor Urusan Mahasiswa Asing, Islamic Research Academy, Al Azhar el Syarif, Nasr City Cairo Mesir

Share

2 Kilo Bahasa Arabnya Apa?

Alkisah, ada seorang asli pedalaman dari desa terpencil, sudah pedalaman, terpencil lagi…! he..he.. Nah, dia dapat kesempatan haji di Mekkah (emang kalo ga di mekkah kemana lagi..he..he..). Setelah melaksanakan semua syarat dan rukun haji, beliau ingin jalan-jalan ke lingkungan pasar di Mekkah, teringat saudaranya di desa yang nitip oleh-oleh kurma asli Mekkah.

Hmm… sampailah dia di sebuah toko yang menjual berbagai macam jenis kurma dengan berbagai macam pula harganya. Setelah pilih pilih, dia langsung bertanya pada penjualnya, orang arab-lah tentunya, karena dia tidak bisa bahasa arab, maka ia pun menanyakan harga kurma dengan isyarat telunjuknya. Setelah tau itu, sang penjual berkata”haadzaa khomsa riyal = ini lima real”, sambil memberi isyarat dengan lima jari.

Dan untungnya sang pembeli paham dengan isyarat lima jari tersebut. Tanpa pikir panjang langsung membeli dua kilo, dengan menggunakan isyarat dua jari kepada penjual. Ternyata salah pengertian antara penjual dan pembeli, penjual mengira pembeli menawar dua real, dan ia berkata “laa.. laa.. haram, haqiqoh hadza khomsa rial.. = tidak..tidak, harganya lima real”

Karena bingung, ternyata sang pembelipun paham dengan ketidak setujuan sang penjual. Hmm… karena dia termasuk orang yang kreatif, akhirnya, dia mikir dalam hati, “aduh… apa ya bahasa arabnya dua kilo???”. Sejurus kemudian dia mengucapkan kalimat yang dia pahami sebagai pengganti kata “dua kilo”, dan spontan berkata “pak, hadzaa kurma ROK’ATAINI..!!!” (by suprisdiantoko.com)

Incoming search terms:

Share

Kitab Hukum Puasa dan I’tikaf

Untuk mendowload kitab hukum puasa dan i’tikaf klik link ini.

Incoming search terms:

Share