KH Masruri Mughni Tutup Usia

Nov 20th, 2011 | By | Category: berita

BREBES – KH Moch Masruri Abdul Mughni, rais syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jateng dan pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 02 Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes, telah berpulang ke rahmatullah. Ulama kharismatik ini meninggal di RS Al Anshor Madinah pada Minggu (20/11) pukul 01.00 waktu setempat atau pukul 04.30 WIB.

Jenazahnya dimakamkan di Baqi Madinah setelah dishalatkan di Masjid Nabawi selepas shalat subuh. Selain pihak keluarga, prosesi pemakaman juga diiringi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto, KH Labib Suhemi, dan KH Labib Shodiq.

Menurut putra Masruri, KH Sholahudin, keputusan pemakaman di Baqi merupakan kesepakatan keluarga sekaligus memenuhi keinginan almarhum. “Semasa hidupnya, beliau sering mengatakan sangat cinta Nabi Muhammad SAW dan ingin selalu bisa dekat. Inilah mengapa keluarga memutuskan pemakaman di sana kendati banyak yang menginginkan almarhum dibawa pulang,” jelas ketua Yayasan Ponpes Al Hikmah 02 Benda yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Ibadah Haji

Masruri meninggal saat melaksanakan ibadah haji. Ulama yang biasa dipanggil Abah ini berangkat pada 14 Oktober dan tergabung dalam kloter 49.

Almarhum berangkat bersama istri, Wiwi Musdalifah, dan tiga anak, yakni Zakiya Fitriyah, Ismautul Maula, dan Itmammudin. Gus Sholah menjelaskan, sang ayah meninggal karena sakit jantung.

Empat hari sebelum meninggal, Masruri merasa sesak nafas. Dia kemudian dibawa ke RS Al Anshor. Kondisinya sempat membaik pada Sabtu, bahkan selang ventilator yang terpasang dilepas oleh tim dokter.

Namun, Sabtu malam pukul 11.00 kondisinya kembali memburuk. Pukul 04.30 WIB pihak keluarga menerima kabar Abah telah mengembuskan napas terakhir. “Abah memang sudah lama mengidap penyakit jantung,” lanjut Gus Sholah.

Masruri yang dilahirkan di Benda, 23 Juli 1943, meninggal dalam usia 69 tahun. Dia meninggalkan seorang istri, 19 anak, dan 26 cucu.

Di samping mengasuh 4.500 santri, almarhum dikenal aktif berorganisasi. Selain menjabat sebagai rais syuriah PWNU Jateng sejak 2003, dia juga dipercaya menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng dan ketua MUI Brebes.

Suasana pondok Al Hikmah 02 pagi hingga malam, kemarin, ramai oleh ribuan warga yang datang bertakziyah. Mereka juga melaksanakan salat ghaib.

Bacaan Surat Yasin dan doa-doa terus menggema dari Masjid An-Nuur, di dekat kediaman almarhum. Kesedihan terlihat jelas di wajah para santri.

Beberapa di antaranya menitikkan air mata saat membacakan doa untuk ulama yang telah mengajari mereka ilmu agama. “Beliau orang yang murah senyum dan tidak pernah membeda-bedakan santri satu dengan lainnya,” kata Rahman, seorang santri.

Karangan bunga antara lain datang dari Kantor Kementerian Agama, Kodim 0713 Brebes, dan Kantor Kemenag Jateng. Selain pejabat Muspika setempat, di antara pelayat tampak mantan Mendiknas Prof Dr Yahya Muhaimin, mantan Kepala Dinas Pendidikan Brebes Dr Muntoha Nasukha, dan Ketua Yayasan Pendidikan Maarif Brebes Syamsul Maarif. 

Putra almarhum lainnya, KH Izuddin, menyatakan selama 40 hari ke depan tahlil akan dilangsungkan di Masjid An-Nuur. “Untuk para santri, bacaan tahlil dan doa akan dilakukan terus-menerus,” terang Izuddin.

Shalat Ghaib

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengajak warga nahdliyin yang tidak bisa bertakziah ke Brebes untuk melakukan shalat ghaib. Dia menyebut KH Masruri sebagai salah satu tokoh NU yang disegani, terutama di kalangan kiai sepuh.

Jasanya juga dirasakan besar bagi perkembangan organisasi ini di Jawa Tengah. ’’Mari bersama-sama melaksanakan salat ghaib mendoakan almarhum,” tutur Said Aqil saat dihubung.

Ketua PWNU Jateng Muhammad Adnan menambahkan, pihaknya sejak semalam menggelar tahlilan di kantor PWNU Jl Dr Cipto, Semarang. Setelah mendengar kabar duka, dia langsung memberitahu seluruh pengurus cabang. ’’Kami meminta warga NU menggelar shalat ghaib berjamaah sebelum melaksanakan shalat Jumat pada 25 November nanti,’’ jelas Adnan.

Di mata Adnan, KH Masruri adalah sosok yang memiliki tanggung jawab tinggi. Ketika ada rapat di Semarang, sebagai rais syuriah dia tak pernah absen meski tinggal di Brebes. ’’Salah satu perannya membesarkan NU di Jateng adalah rutin memberi arahan kebijakan dan menuntaskan problem di tingkat pengurus cabang. Beliau selalu bisa menyelesaikan masalah secara cepat sesuai kompetensi dan kapasitas,’’ paparnya.

Adnan yang merasa sangat kehilangan sosok almarhum yang dikenal mengasuh pondok pesantren yang melengkapi kurikulum pendidikan dengan pengembangan ekonomi, keilmuan umum, peternakan, pertanian, dan teknologi. ’’Beliau low profile. Sebagai kiai masih mengurus pendidikan yang tidak hanya parsial, melulu keagamaan, tapi menyeluruh. Sebagai rais syuriah, beliau mampu mewujudkan iklim sejuk di kalangan NU,’’ lanjutnya.

Perasaan duka cita juga diungkapkan anggota DPRD Jateng asal Brebes, Wahyudin Noor Aly. Menurutnya, KH Masruri figur pendidik yang bisa membedakan posisi ulama dan umaro.

“Rumah beliau, ya, di pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Tidak ada niat terjun ke bidang lain meski sangat memungkinkan dan mudah bagi beliau untuk terjun ke dunia politik,” tutur Wahyudin.

Ketua III Fatayat NU Jateng Gatyt Sari Chotijah menyebut KH Masruri sebagai kyai kharismatik yang tidak alergi terhadap dunia usaha. “Ada kyai yang hanya memiliki dan membesarkan pondok pesantren saja. KH Masruri Mughni berbeda, dia tidak antipati terhadap dunia usaha,” jelas Gatyt. (H51,J5,mad,J17-65

Sumber: Suara Merdeka

Kata Kunci artikel ini:

video pemakaman kh masruri abdul mughni (41)video pemakaman kh masruri mughni (29)video pemakaman kh masruri (21)pemakaman kh masruri (20)KH Masruri (19)kemenag jateng (16)vidio aba kyai masruri (13)kyai masruri (13)proses pemakaman kh masruri (12)makam kh masruri (12)
Tags: , , , , , , , , , , ,

3 comments
Leave a comment »

  1. Sungguh ini kiamat kecil krn dialah satu panutan dikampungku,beliaulah ualama kharismatik yg disegani juga amat dihormati oleh smua kalangan,aku sangat ikut berduka cita atas kepergiannya,smoga amal ibadah beliau diterima oleh allah S.W.T

  2. mautul alim, mautul alam,
    Allah Yarhamhu…..

  3. innalillahi wainnailaihi rojiun…
    slamat jln abah…
    talaudanmu kan slalu ada dlm prjlnan hdup kami

Leave Comment