Humor Santri: “Kuah Sandal Jepit”
Nov 30th, 2011 | By azha | Category: humor santriDulu setiap hari Sabtu jadwalku memasak untuk santri sepondok. Esok hari biasanya saya ke Pasar Jongke untuk belanja sayur, bumbu dan minyak goreng. Kebetulan menu saya itu berhubungan dengan Terong (Bazindan).
Setelah pulang dari pasar, langsung saja saya menuju dapur untuk mempersiapkan menu makan siang berupa kuah santen Terong.
Di tengah-tengah mengiris Terong, kulihat Sandal Jepit butut warna ungu. Spontan sandal itu saya ambil, saya cuci, dan kuiris-iris lebih kecil.
Saat memasak, irisan sandal ikut kumasukkan juga dalam kuah. Setelah matang tak lupa kusajikan masakan kami di meja makan Bu Nyai.
Nah, sore harinya Bu Nyai bilang kepada saya, “Mas, masakan terongmu enak sekali, tapi sayang kurang empuk. Jenis terong apa yang kamu masak?” Jawab saya dengan agak ketawa, “Ibu, terong yang saya masak itu jenis Sandal Jepit”. Spontan Bu Nyai bilang, “Walah… Le… Le… Sandal Jepit, pantas kelot-kelot. Jangan diulangi lagi ya… Jawabku, Siap…! sambil ngloyor pergi, dengan perasaan puas, bisa ngerjani orang sepondok dan Bu Nyai.