Ath-Thohiriyyah Purwokerto Gelar Workshop Takhrij Hadits Manual Dan Digital

Purwokerto Pesantren-Pondok Pesantren Ath Thohiriyyah Grumbul Parakan Onje, Kelurahan Karangsalam, Kecamatan Kedungbanteng sebagai koordinator Program Kemitraan Pesantren, hari ini pukul 09.00 menggelar Workshop Takhrij Hadits Manual dan Digital.

Kegiatan itu bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto.

Sebanyak 25 perwakilan dari pondok pesantren di wilayah kabupaten Banyumas dan Cilacap, menghadiri acara yang akan berlangsung selama dua hari itu. Hari pertama akan diisi dengan takhrij hadits secara manual di aula Pesantren Ath-Thohiriyyah. Dalam kesempatan ini, tampil sebagai pembicara Drs Chariri, M.Ag. dari STAIN Purwokerto. Hari berikutnya peserta akan mendapat pengetahuan tentang metode takhrij hadits secara digital di Laboratorium Komputer STAIN Purwokerto, dengan pembicara Akhmad Dahlan, M.Si. dan Dr. Ridwan, M.Ag.

Staff Humas Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah, Akhmad Syaefudin SS ME mengatakan, takhrij hadits merupakan upaya untuk menelusuri validitas sebuah hadits. Apakah itu sahih atau tidak. “Secara manual, kita akan mencari darimana asal hadits dan siapa yang meriwayatkannya dengan cara membuka kitab hadits itu” katanya.

Menurutnya, ada Sembilan kitab induk yang merangkum hadits-hadits Rosulullah Muhammad SAW. Selain kitab-kitab itu, masih banyak kitab lain yang mendukungnya. “Workshop ini perlu bagi santri agar mengetahui kebenaran hadits itu” tegasnya. Selain itu, santri juga dituntut untuk bisa mengetahui mencari kesahihan hadits secara digital. Dengan tujuan santri mengikuti perkembangan teknologi saat ini.”ini sudah menjadi kebutuhan mereka, jangan sampai santri gagap teknologi” tegasnya.

Salah satu pemateri, Dr. Ridwan, M.Ag. mengatakan takhrij hadist penting dilakukan untuk mencari kesahihan dari hadits itu. Apakah nantinya bisa menjadi landasan hukum atau tidak.
“Sering kita mendengar atau tahu tentang suatu hadits. Namun kadang kita tidak tahu siapa yang meriwayatkannya,” katanya.

Metode digital dalam takhrij hadits, merupakan metode terbaru. Saat ini hadits yang terangkum dalam kitab, sudah ada dalam bentuk software. Dalam pelatihan ini, santri akan diberi pengetahuan langkah-langkah pengoperasian dalam takhrij hadits itu.[].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *