HAFLAH KHATMIL QUR’AN BUKANLAH TAHAP AKHIR NAMUN AWAL DARI PROSES PENJAGAAN AL-QUR’AN

Purwokerto – Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah baru saja menggelar acara Haflah Khatmil
Qur’an ke-28, Haul Simbah KH. Muhammad Sami’un ke-51 dan Haul Simbah KH. Muhyiddin
ke-24 pada hari Ahad, 16 Oktober 2022. Haflah Khatmil Qur’an tahun ini diikuti oleh 129 peserta
yang terdiri dari 43 khatimin bil ghaib juz 30 (juz ’amma), 56 khatimat bil ghaib juz 30 (juz
’amma), 15 khatimat bin nadhri, 1 khatimin bil ghoib 30 juz, dan 14 khatimat 30 juz bil ghaib.

Acara tersebut berlangsung secara khidmat dan penuh haru biru. Dimulai dari prosesi Khatmil
Qur’an yang berlangsung kurang lebih 1 jam setengah kemudian ditutup dengan pembacaan tahlil
dan do’a oleh Abah Ulil Albab pengasuh Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus.

Setelah selesai pembacaan do’a khatmil Qur’an, khatimin khatimat juz ’amma dan bin nadhri
turun dari panggung untuk bersalaman dan dilanjutkan dengan pemberian syahadah oleh Abuya
KH. Muhammad Toha ’Alawy Al Hafidh dan Ibu Nyai Hj. Tasdiqoh Al Hafidhoh selaku pengasuh
Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah Purwokerto.

Acara selanjutnya adalah pemberian sanad dan samir oleh pengasuh Pondok Pesantren kepada
khatimin khatimat 30 juz bil ghoib yang ditemani orangtua mereka masing-masing. Pada momen
ini, semua mata tertuju dan terharu menyaksikan para ahlul Qur’an, penjaga kalam Ilahi, sahabat,
keluarga dan putra putri yang mereka banggakan telah selesai menyetorkan hafalannya. Namun,
khataman bukanlah akhir dari segalanya justru ini adalah pintu awal mereka berjuang,
sebagaimana dawuh Ning Fatma selaku dewan pertimbangan.

“Khataman adalah gerbang awal menuju jenjang selanjutnya. Santri yang telah khatam juz ’amma
harus siap melanjutkan ngaji bin nadhri kemudian yang telah selesai mengkhatamkan 30 juz AlQur’an bin nadhri diharapkan dapat menghafalkan Al-Qur’an dan terakhir untuk santri yang telah
selesai mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an dapat berkomitmen menjaga hafalannya seumur hidup”,
tutur Ning Fatma.

Ning Fatma menambahkan bahwa hal terpenting dari itu semua adalah konsistensi dalam
berinteraksi dengan Al-Qur’an baik yang menghafalkan maupun tidak, semuanya mempunyai
kewajiban untuk memenuhi haknya dalam membaca Al-Qur’an yaitu dengan cara istiqomah
tadarus setiap harinya.

Sementara itu, setelah prosesi khatmil Qur’an usai terlaksana acara selanjutnya adalah pengajian
akbar dengan pembicara Habib Ali bin Umar Al-Quthban pengasuh Majlis Ta’lim Riyadus
Sholihin Purbalingga.

Suksesnya acara haflah tahun ini tentunya tidak lain berkat kerja keras panitia dan semua pihak
yang telah berkorban tenaga, mencurahkan segala kemampuan dan pikirannya demi kelancaran
acara.

Kang Ardli Mubarok selaku ketua panitia menyampaikan bahwa panitia dalam mempersiapkan
haflah kali ini tentunya mengalami kendala namun kendala tersebut tidak terlalu menjadi
penghalang suksesnya acara.

“Dengan banyaknya kegiatan akhir-akhir ini dan waktu yang cukup singkat belum lagi cuaca yang
sedang tidak menentu membuat panitia harus lebih extra dalam mempersiapkan hajat kita
bersama”, ucap Kang Ardli.

Penulis : Khodijatul Ifroh
Editor : Rifqoh Rofiqotul Munwwaroh

2 thoughts on “HAFLAH KHATMIL QUR’AN BUKANLAH TAHAP AKHIR NAMUN AWAL DARI PROSES PENJAGAAN AL-QUR’AN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.