Category Archives: berita

Santri Ath-Thohiriyyah Putra Juara 3 MHQ Kategori 20 Juz Tingkat Kabupaten Banyumas

Pada ajang  STQ yang ke XXV tingkat kabupaten Banyumas yang jatuh pada hari selasa, 6 November 2018, santri Ath-Thohiriyyah berhasil menorehkan prestasi yang sangat membanggakan. Adalah Ahmad Syaefi  yang berhasil menyabet juara 3 MHQ kategori 20 juz.

Bertempat di pendopo  alun-alun Purwokerto, peserta lomba berasal dari berbagai kecamatan yang ada di kabupaten Banyumas. Ahmad Syaefi mewakili kecamatan Kedungbanteng, karena pondok pesantren Ath-Thohiriyyah berada di kecamatan Kedungbanteng.

Juri pada lomba MHQ tersebut adalah Bapak Singgih M, Ibu Noor Aini, dan Gus Sa’dullah. Ahmad Syaefi berhasil membukukan nilai 70, masih kalah dari juara 1 (nilai 88), dan juara 2 (70). Jumlah nilai Ahmad Syaefisebenarnya sama dengan peraih juara 2, hanya saja dewan juri memutuskan Ahmad Syaefi yang mendapat juara 3 setelah mempertimbangkan banyak hal.

Pemuda  yang berasal dari Kuripan Cilacap ini memang sudah terbiasa mengikuti MHQ baik mewakili kampus, pesantren, maupun secara pribadi.  Selain sudah sering mengikuti MHQ, Ahmad Syaefi juga salah satu santri yang mendapat keistimewaan dari pengasuh, Abuya Thoha Alawy Al-Hafidz sebagai “badal” (pengganti).

Apa yang diraih oleh Atiq semakin mentahbiskan bahwa Ath-Thohiriyyah memang pondok pesantren tahfidzul Qur’an yang cukup sukses dalam melahirkan hafidz dan hafidzoh. Alumni yang sudah hafal Al-Qur’an tersebsar di seluruh penjuru nusantara. (SA)

Incoming search terms:

Share

Santri Ath-Thohiriyyah Juara 1 MHQ 30 Juz Tingkat Kabupaten Banyumas

Pada lomba STQ yang ke XXV tingkat kabupaten Banyumas yang jatuh pada hari selasa, 6 November 2018, santri Ath-Thohiriyyah berhasil menorehkan prestasi yang sangat membanggakan. Adalah Atiq Rifqi Mu’akhiroh yang berhasil menyabet juara 1 MHQ kategori 30 juz.

Bertempat di pendopo  alun-alun Purwokerto, peserta lomba berasal dari berbagai kecamatan yang ada di kabupaten Banyumas. Atiq sendiri mewakili kecamatan Kedungbanteng, karena pondok pesantren Ath-Thohiriyyah berada di kecamatan Kedungbanteng. Setelah berhasil menyabet juara 1 MHQ kategori 30 juz, menurut kabar Atiq akan maju lagi di tingkat Provinsi Jawa Tengah, mewakili Banyumas. Namun sampai berita ini dilansir, belum ada kepastian kapan MHQ tingkat Jawa Tengah dilaksanakan.

Gadis yang beralamat di desa Sumingkir, RT 03/05, Jeruklegi, Cilacap ini mengaku puas bisa mendapatkan juara 1 MHQ tingkat kabupaten. Pasalnya, persiapannya begitu minim. Atiq dikabari untuk ikut lomba hanya 3 hari menjelang pelaksanaan. Namun dengan persiapan yang tidak maksimal, akhirnya Atiq ternyata bisa mendapat juara 1 MHQ.

Juri pada lomba MHQ tersebut adalah Bapak Singgih M, Ibu Noor Aini, dan Gus Sa’dullah. Atiq berhasil membukukan nilai 79, mengungguli peraih juara 2 (nilai 75), dan juara 3 (67).

Lomba MHQ memang bukan sesuatu yang baru bagi gadis yang lahir tanggal 12 Februari 1996 ini. Sebelumnya, Atiq sudah beberapa kali mengikuti lomba MHQ. Pada tahun 2016, Atiq pernah ikut MHQ kategori 10 juz tingkat kabupaten Banyumas dan berhasil menyabet juara 2.

Apa yang diraih oleh Atiq semakin mentahbiskan bahwa Ath-Thohiriyyah memang pondok pesantren tahfidzul Qur’an yang cukup sukses dalam melahirkan hafidz dan hafidzoh. Alumni yang sudah hafal Al-Qur’an tersebsar di seluruh penjuru nusantara. (SA)

 

 

Share

Santri Ath-Thohiriyyah Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Arab di IAIN Pekalongan

Salah satu santri pondok pesantren Ath-Thohiriyyah, Karangsalam, Kedungbanteng, Banyumas berhasil mendapatkan juara 2 lomba pidato bahasa Arab di IAIN Pekalongan. Uswatun Mahmudah, ialah nama santri Ath-Thohiriyyah yang berhasil menorehkan prestasi yang cukup membanggakan tersebut.

Lomba pidato bahasa Arab yang diselenggarakan di IAIN Pekalongan adalah salah satu cabang lomba dari beberapa lomba dalam rangka Parbara (parade bahasa Arab) dan musyawarah wilayah pendidikan bahasa Arab dan Sastra se-Jawa Tengah dan DIY yang diselenggarakan di IAIN Pekalongan pada hari Sabtu, 3 November 2018 pukul 08.00 sampai dengan selesai.

Gadis asal Bekasi ini berhasil menyisihkan beberapa peserta dari kampus lain. Untuk juara 1 lomba pidato bahasa Arab diraih oleh mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Uswah, begitu kerap disapa yang juga seorang mahasiswa IAIN Purwokerto prodi PBA semester 5 berhasil meraih juara 2. Untuk juara 3 diraih oleh teman Uswah, dari IAIN Purwokerto juga.

Menurut pengakuan gadis yag lahir pada tanggal 1 Februari 1998, dirinya mengaku puas bisa mendapatkan juara 2. Dia meneritakan persiapan-persiapan sebelum lomba seperti latihan secara maksimal, sering menghafal teks sampai benar-benar lancar, dan yang lain.

“Persiapan yang saya lakukan sebelu lomba yaituu sering-sering menghafal teks sampai benar-benar lancar, terus latihan di depan cermin atau depan teman-teman, tampil percaya diri, power harus maksimal, dan logatnya pun harus seperti orang Arab asli”, kata Uswah melalui pesan singkat.

Selain seorang mahasiswa IAIN Purwokerto, saat ini Uswah juga tercatat sebagai santri tahfidz pondok pesantren Ath-Thohiriyyah. Semoga prestasinya bisa menginspirasi santri-santri Ath-Thohiriyyah agar bisa menorehkan prestasi di berbagai cabang lomba. (SA)

Share

Kado Kecil di Hari Santri Untuk PP. Ath-Thohiriyyah dari Silvia Al-Fatonah

Memperingati Hari santri ke-3  yang jatuh pada 22 Oktober 2018, beberapa rangkaian lomba diselenggarakan oleh PC IPNU-IPPNU  Kabupaten Banyumas. Ada banyak cabang lomba, diantaranya MQK, Da’i, MTQ, dan yang lain. Beberapa lomba diselenggarakan di PP. Roudlotul Qur’an Sirau, Kemranjen pada hari Minggu, 21 Oktober 2018 mulai pukul 08-00 sampai dengan selesai, tepat sehari menjelang perayaan Hari Santri Nasional.  Lomba-lomba tersebut diikuti oleh perwakilan santri dari beberapa pondok pesatren yang ada di Banyumas.

Pondok pesantren Ath-Thohiriyyah yang beralamat di Desa Karangsalam Kidul, Kedungbanteng Banyumas ikut memeriahkan semarak Hari Santri Nasional dengan mengirimkan kontingen untuk mengikuti perlombaan. Ada tiga cabang lomba yang diikuti beberapa santri Ath-Thoriyyah yaitu MQK, Da’i, dan MTQ.

Dari tiga cabang lomba yang diikuti, ada satu santri Ath-Thohiriyyah yang berhasil mendapat juara ke 3 MQK kitab Adab Al ‘Alim wa Al Muta’alim karya KH. Hasyim Asy’ari.  Santri tersebut bernama Silvia Al-Fatonah. Silvi berhasil menjadi yang terbaik nomor 3 dari 25 peserta lomba. Prestasi ini bisa menjadi sebuah kado kecil untuk PP. Ath-Thoriyyah di Hari Santri Nasional yang ke-3 ini.

Silvia, gadis kelahiran 18 Oktoer 1999 yang berasal dari Purwojati memang sudah terbiasa mengikuti MQK. Sekitar beberapa bulan yang lalu, dia juga menjuarai MQK kitab “Sulam Taufiq” di PP.  Al-Ihya Cilacap.

Santri putri yang saat ini berada di Madin Ath-Thohiriyyah kelas 3 sekaligus ikut program Tahfidz memang sudah memiliki bakat dalam perlombaan MQK, bahkan sejak MTs saat nyantri di PP. Al-Hidayah Purwojati. Tercatat, dia sudah satu kali juara MQK saat MTs, 4 Kali saat di MA  Pondok Pesantren An-Nur, Ngrukem, Bantul, Jogjakarta.

Silvi mengaku kurang persiapan sehingga sangat bersyukur masih dapat juara 3. Dirinya hanya diberitahu sehari menjelang pelaksanaan lomba sehingga persiapannya hanya sehari. Jika diberitahu jauh-jauh hari,  Silvi merasa yakin bisa memberikan prestasi yang lebih baik lagi.

Mudah-mudahan prestasi Silvia bisa menginspirasi santri-santri yang lain agar bisa mengikuti jejaknya dan “mberkahi” untuk diri sendiri serta pondok pesantren Ath-Thohiriyyah. (SA)

 

Share