Jelang HUT Ke-18 Ponpes Ath-Thohiriyyah: Pencetak Santri Penghafal Al-Qur’an.

Banyumas Pesantren-Jelang HUT Ke-18 Ponpes Ath-Thohiriyyah
Sejak berdiri 12 Desember 1992, Pondok Pesantren (Ponpes) Ath-Thohiriyyah Purwokerto tidak dirancang secara khusus menjadi pesantren tahfidz. Namun dalam perjalanannya, satu-dua santrinya berniat untuk menghafal Al-Qur’an.

Karena mereka sudah datang dari jauh dari luar daerah, maka pengelola akhirnya merespons. Kemudian disusunlah program tahfidzul qur’an. Program itu kemudian diselaraskan dengan pembenahan program yang sudah ada, seperti madrasah diniyyah (kurikulum pesantren) dan ta’limul kutub (kajian kitab kuning).

Sejak dibuka program menghafal Al-Qur’an, santrinya baru 30-an orang. Namun kini jumlahnya lebih dari 50 orang. “Mereka rata-rata menghatamkan Al-Qur’an dalam kurun waktu 4 hingga 5 tahun,” tutur pengasuh ponpes, KH Mohammad Thoha Alawy Al-Hafidz, kemarin.

Kitab Kuning
Aktivitas harian santri Ath-Thohiriyyah terbilang padat. Sehabis shalat maghrib, mereka wajib mengaji sesuai tingkatan. Kemudian setelah subuh dan ashar mengkaji kitab kuning. Sedang habis shalat isya belajar di madrasah diniyyah.

Menurut M Thoha, kegiatan di ponpesnya dapat dibedakan antara santri program tahfidz dan non tahfidz. Perbedaannya etsantri tahfidz diberi kebebasan tidak ikut kegiatan di madrasah diniyyah. Dengan begitu, mereka diharapkan dapat melakukan tadarus Al-Qur’an secara lebih intensif.

Para santri menuturkan, banyak keuntungan tinggal di ponpes yang kini menginjakkan usia ke-18 tahun itu. Pasalnya, di siang hari, santri dapat belajar di lembaga pendidikan formal. Sedangkan pada pagi, sore hingga malam hari, mereka dapat mendalami ilmu-ilmu keagamaan. Hingga 1 November 2010, jumlah santri tercatat 129 orang. Adapun siswa madrasah diniyyah berjumlah 147 orang.

Di pesantren ini, ide-ide santri cukup terakomodasi dan tersalurkan lewat berbagai event kreatif. Pada tahun 2001, mereka menggelar Pekan Apresiasi Seni dalam tajuk Festival Hadroh. Sejak tahun 2003 diagendakan acara rutin Festival Anak Shaleh (FAS) tingkat Karesidenan Banyumas, dan di awal menjelang HUTnya yang Ke-18, dengan bekerjasama P3M STAIN Purwokerto, (13-14/11/10) ponpes ini menggelar lokakarya bertemakan “Penyusunan Modul Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) dan Praktek Pengamalan Ibadah (PPI), dengan mengandeng 10 Pesantren yang berada di Purwokerto.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *