Melakukan amal baik, Ihlas atau karena hawa nafsu ?

Melakukan amal baik, Ihlas atau karena hawa nafsu ?
Ilmu bermanfaat
Biasakan baca sampai selesai kaka, supaya tidak gagal paham.

Seringkali Syaitan menggoda kita dengan cara yang sangat cerdas, sekilas terlihat seperti amal baik, tapi ternyata ada tipu daya yang menyesatkan.

Sebagai contoh, panggil saja udin, udin mempunyai jadwal mengaji dengan ustadznya setiap hari kamis, tetapi kamis diminggu itu, udin mempunyai angan-angan, “sekali-kali ngaji yang agak berkualitas kayaknya perlu…”

Kemudian si udin ini menyampaikan maaf kepada ustadznya, “ustadz, maaf mau ijin tidak berangkat mengaji, saya ingin mengikuti live streaming pengajian  kyai terkenal” . Mulailah kemauan si setan terkutuk itu dituruti.
Dengan santainya udin tiduran sambil buka channel youtube. Memang pada permulaan, yang di buka adalah channel pengajian, tapi lambat laun si udin merasakan bosan, dan klimakslah sudah godaan syetan yang terkutuk ini, si udin malah game online dengan teman-temanya. Sudah tidak ngaji malah main game online.

Al Ghazali dalam Bidayah Al Hidayah menjelaskan :
jika engkau mendapati hatimu berat dan lengah dalam mengamalkan apa yang menjadi konsekuensinya, ketahuilah bahwa jiwa yang mendorongmu untuk menuntut ilmu tersebut adalah jiwa al-ammaarah bi as-su’ (yang memerintahkan pada keburukan).

Jiwa tersebut bangkit karena taat kepada setan terkutuk untuk dijerat dengan tali tipuannya. Ia terus memberikan tipudayanya kepadamu sampai engkau betul-betul binasa. Ia ingin agar engkau memperbanyak kejahatan dalam bentuk kebaikan sehingga ia bisa memasukkanmu dalam kelompok orang yang merugi dalam amalnya. Yaitu, mereka yang sesat di dunia ini, yang mengira bahwa mereka telah melakukan suatu perbuatan baik.

Bahkan Nabi saw bersabda .,

“Siapa yang bertambah ilmu, tapi tidak bertambah hidayah, ia hanya bertambah jauh dari Allah.” Juga dari sabda Nabi saw. yang berbunyi,

“Orang yang paling keras siksanya di hari kiamat, adalah orang alim yang ilmunya tak Allah berikan manfaat padanya.” Oleh karena itu, Nabi saw. berdoa:

اللهم إنى أعوذ بك من علم لا ينفع، وقلب لا يخشع، وعمل لا يرفع، ودعاء لا يسمع”

“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari amal yang tak diterima, dan dari doa yang tak didengar.”

bagi para pembaca semua tak perlu risau dan gelisah, apalagi sampai meninggalkan perbuatan baik karena takut riya dan sebagainya, menurut pendapat penulis, kita harus tetap istiqomah melakukan amal kebaikan dan selalu menjaga diri dari kesombongan. Jangan sampai kita meninggalkan amal baik karena takut riya, karena ada maqolah yang mengatakan

ترك العمل لأجل الناس رياء وترك العمل لغير الله شرك.

“Meninggalkan amal baik karena manusia adalah riya, dan melakukan kebaikan karena selain Allah adalah syirik.

Tetaplah berbuat  kebaikan dan keep smile 🤗

(K.A)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.