Program BTA merupakan program khusus bagi para santri baru, khususnya Mahasiswa baru untuk menunjang pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an. Program ini dipelopori oleh program UIN Saizu Purwokerto, dimana dalam program tersebut menyatakan, bahwasanya “mahasiswa/i UIN Saizu Purwokerto wajib lulus BTA dan wajib mondok minimal satu tahun”. Dengan adanya stigma kewajiban tersebut, maka para santri baru khususnya mahasiswa baru di Ath-Thohiriyyah diberi bekal khusus untuk mempelajari ilmu BTA dan juga ilmu tambahan lain, seperti ilmu dasar fiqh, akidah akhlak, tauhid, dan lain sebagainya. Program BTA ini di hadle langsung oleh para Gawagis dan Nawaning Pondok Ath-Thohiriyah, oleh karenanya tidak jarang para santri mudah lulus ketika ada Ujian BTA di kampus.
Similar Posts
Etho Award, Malam Puncak Penutupan Kegiatan Perlombaan di Ponpes Ath-Thohiriyyah
ByadminSudah menjadi sebuah tradisi di pondok pesantren Ath-Thohiriyyah dimana dua minggu menjelang Haflah Akhirusannah Khotmil Qur’an dan Haul KH….
Dibuka Kuliah Ilmu Al-Qur’an, Gratis
ByadminJakarta, NU OnlineBeasiswa Kuliah Ilmu al-Quran (KIQ) mulai tahun ajaran 2009/1430 H mulai memberikan beasiswa/gratis kepada mahasiswa tanpa dipungut biaya…
Kesejahteraan Guru Diniyah Masih Memprihatinkan
ByadminJAKARTA-Kesejahteraan Guru Diniyah Masih Memprihatinkan-Meski memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama besar dengan pengajar lainnya, ternyata kesejahteraan 445 orang guru…
UN untuk Pesantren Ditolak
ByadminJAKARTA – UN untuk Pesantren Ditolak (Dinilai Kebijakan Ngawur) Muncul penolakan terhadap rencana pemberlakuan ujian nasional (UN) bagi madrasah diniyah…
PCNU Banyumas, Matangpuluh Dino Wafat Gus Dur
ByadminBanyumas Pesantren– PCNU Banyumas, Matangpuluh Dino Wafat Gus Dur. Malam itu (09/2/2010), Pendopo Si Panji Banyumas kelihatan ramai tidak seperti…
Perda Madrasah Diniyah Bangkitkan Gairah Pendidikan Agama
ByadminBanyumas Pesantren- Perda Madrasah Diniyah Bangkitkan Gairah Pendidikan AgamaRencana pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Madrasah Diniyah (MD) yang tengah dikaji…
