di Cafe Ruang Temu Purwokerto
Melanjutkan program workshop PPKS pada Selasa,07 April 2026, yang dilaksanakan di Aula gedung belakang Ponpes Ath-Thohiriyyah, RAHIMA kembali mendampingi Tim Satgas Ponpes Ath-Thohiriyyah melalui kegiatan Monitroing dan Evaluasi (Monev) dalam penerapan program, Panduan, Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan (PPKS) pada Senin, 08 Juni 2026 di cafe Ruang Temu Purwokerto. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program RAHIMA dalam penyusunan Panduan Pendidikan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), pembentukan Satgas PPKS, hingga peluncuran SOP dan Pedoman PPKS.

Diskusi kelompok satu dipandu oleh Pera Sopariyanti, S.Pd.I., M.Hum., Direktur Rahima.

Kelompok kedua mengikuti sesi diskusi yang dipandu oleh Wanda Roxanne, S.Psi., M.Si., Koordinator Program Rahima
Dalam kegiatan tersebut, tim RAHIMA melakukan wawancara secara mendalam bersama anggota Satgas PPKS Ponpes Ath-Thohiriyyah. Dengan memfokuskan diskusi pada perkembangan penyususnan SOP, penerapan PPKS oleh tim Satgas untuk kinerja ke depannya dan bagaimana sistem penyampaian SOP kepada warga pondok dan masyarakat sekitar agar berjalannya program PPKS ini.
Kegiatan Monev ini merupakan tahap lanjutan dari proses penyususnan SOP oleh tim penyusun dalam rentang waktu dari pelaksanaan worksop dan Monev tim Satgas. Dalam pelaksanaan workshop, Mba Wanda Roxanne mendampingi peserta workshop, sebagai pemateri pertama dengan menyampaiakn materi tentang sejarah gender dan makna kesetaraan gender yang kemudian dihubungkan dengan kasus-kasus kekerasan.

Penyampaian materi tentang Isu dan sejarah kesetaraan Gender oleh Wanda Roxanne, S.Psi., M.Si., Koordinator Program Rahima.

Penyampaian materi ke dua tentang macam-macam pelanggaran dan sanki kekerasan seksual oleh Pera Sopariyanti, S.Pd.I., M.Hum., Direktur Rahima .
Sesi pemateri kedua, mba Pera Sopariyanti menyampaikan materi tentang jenis-jenis pelangaran dan sanksi terhadap pelaku kekerasan seksual, sehingga peserta mendapatkan ilmu tentang kegiatan apa saja yang masuk dalam kategori kekerasan seksual dan bagaimana prosedur dalam menindak kasus kekerasan tersebut. Pada sesi terakhir, peserta dibagi menjadi beberapa tim untuk membahas point yang nantinya akan menjadi SOP Ponpes Ath-Thohiriyah. Setelah diskusi dan evaluasi dari presentasi setiap kelompok, mba Pera dan Mba wanda memberikan tugas lanjutan kepada tim Satgas untuk memperbaiki dan menambahkan beberapa point pada SOP, dengan lebih memperhatikan karakteristik Ponpes Ath-Thohiriyyah.

Sesi diskusi workshop PPKS RAHIMA kelomopok putra.

Sesi diskusi workshop PPKS RAHIMA kelomopok Putri
Melanjutkan dari perbaikan SOP yang disusun sebelumnya, Mba Fatmah sebagai Dewan petimbangan dan penanggungjawab dalam proses penyusunan SOP Ponpes Ath-thohiriyyah, membentuk tim beranggotakan beberapa santri yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan workshop PPKS RAHIMA. Penyususnan dilakukan dua sesi. Sesi pertama tim mencoba untuk menganalisis dan memperbaiki pada point bab satu dan dua, kemudian pada pertemuan sesi kedua kami melanjutkan perbaikan pada bab tiga dan empat. Setelah semua bab telah direvisi dan disesuaikan dengan karakteristik Ponpes Ath-Thohiriyyah, Tim penyusun SOP mengkomunikasikan dengan pihak RAHIMA untuk mengajukan Monev kelanjutan penyususnan SOP.
Penulis: Tim Satgas
Editor: Ning Fatmah ,S. Th. I., M.Pd
